SLC BANTEN

Minggu, 01 April 2018

Sonic Lebak Community

Sejarah Singkat SONIC LEBAK COMMUNITY



Arti Lambang Sonic Lebak Community:
Sayap mencerminkan Persatuan dan kesatuan komunitas, 
Kepala Sonic mencerminkan perwujudan azas, sifat dan tujuan Organisasi, 
Warna Merah mencerminkan keberanian, kuat dan semangat dalam organisasi dan lalulintas, 
Warna Orange mencerminkan kehangatan, kebahagiaan dan kepercayaan dalam kekeluargaan,
Warna Hitam mencerminkan ketegasan dan keeleganan dalam komunitas, 
Warna Putih mencerminkan kebebasan dan keterbukaan, 
Pita putih list merah bertuliskan Sonic Lebak Community mencerminkan nama komunitas dimana kebebasan dalam berexpresi dalam organisasi.                            
Arti nama SONIC LEBAK COMMUNITY (SLC) bermaksud menggabungkan komunitas Motor Sonic di Wilayah Kab. Lebak khususnya umumnya diregional Banten.                

Sonic Lebak Community yang dahulunya bernama Honda Sonic Lebak setelah bermusyawarah mufakat dan akhirnya berganti nama dan berganti lambang, bendera dengan tanggal berdiri pada tanggal 06 Februari 2016 dan secara resmi menjadi sebuah komunitas dan membuat ADART, Kepengurusan Pertama dalam Sonic Lebak Community.

SLC sudah menjalani sebuat tantangan dalam setiap perjalanannya, SLC belajar dari berbagai Club dan Komunitas diluar sana bagaimana mengembangkan sebuah Organisasi Motor.

Setiap kegiatan-kegiatan SLC selalu mendapatkan pantauan dari Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pihak Kepolisian Resort Lebak dan Komando Distrik Militer Lebak Banten.

SLC menjadi bagian dari Asosiasi Honda Sonic Independent Indonesia (ASHII).

Visi : 
Menjadi komunitas yang profesional, bersatu juga mempunyai intregritas yang tinggi untuk komunitas yang aktif maju.

Misi : 
1. Melakukan segala sesuatu dengan antusias, dilandasi oleh tekad dan niat menghasilan yang terbaik dengan rasa ingin tau yang kuat, perhitungan yang matang, lincah, berani dan pantang menyarah.

2. Menghasilkan proses dan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya, dilandasi oleh semangat keunggulan dan mental belajar yang kuat, secara efektif memadukan tindakan obersvasi, pertimbanga, perencanaan dan penuntasan.

3. Membangun sinergitas berlandasan rasa percaya dan saling menghargai, keterbukaan, kepedulian dengan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.

4. Menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian yang dimiliki, memastikan setiap tindakan adalah pelayanan terbaik yang dilandasi oleh prinsip tata kelola yang baik.

5. Menjunjung tinggi norma-norma positif dan etika dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan. Selalu berfikir, berbicara dan bebuat jujur, objektif, logika, faktual, displin, penuh tanggung jawab dalam semangat kepedulian yang tinggi.

6. Mendukung program pemerintah dalam menjungjung tinggi aman berlalulintas.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »